Pati | patrolinusantara.press – Kegiatan pesantren Ramadhan yang diselenggarakan di Lapas Kelas 2B Pati nampaknya menjadikan perubahan bagi 2 orang napi teroris. Keduanya yang saat ini menjalani masa hukuman sudah mengalami perubahan yang signifikan.
Demikian disampaikan Kasibinadik Lapas Kelas 2B Pati Eko Budi Hartanto. Eko mengaku, kedua napi teroris ini selama mendekam di Lapas Pati, sangat rutin mengikuti kegiatan keagamaan, termasuk kegiatan keagamaan selama bulan puasa.
” Kedua napi teroris ini sudah tobat, karena selama puasa mengikuti pesantren ramadhan, dan perubahannya memang sangat-sangat signifikan,” kata Eko Jumat (7/4/2023).
Dijelaskannya, kegiatan pesantren ramadhan di Lapas Pati, diselenggarakan mulai pukul 09.00 sampai pukul 15.00 WIB. Kegiatan itu diisi beberapa kegiatan keagamaan diantaranya, baca tulis Al Qur’an, tajwid, tausiyah, dan lain-lain.
Uniknya, pada kegiatan yang bekerjasama dengan Kemenag Pati itu, kedua napi teroris menganggap bahwa kegiatan pesantren ramadhan yang diikuti itu seperti menjalani kegiatan dalam pondok pesantren.
“Napi teroris ini menganggap seperti di pondok pesantren, karena bilangnya mereka di masjid yang dikelilingi kamar-kamar, dan suasana itu katanya seperti di pondok pesantren,” ungkapnya.
Sebagai informasi, kedua napi teroris yakni IM dan AS merupakan jaringan teroris yang berbeda dan divonis untuk menjalani hukuman 3 tahun.
Keduanya terlibat jaringan yang berbeda, yakni IM terlibat jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Lampung, sedangkan AS terlibat jaringan Front Pembela Islam (FPI) wilayah Jawa Tengah.








