Jakarta | patrolinusantara.press – Setiap Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mendapatkan satu unit rumah susun atau hunian. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas.
Namun demikian, untuk tahap awal ASN masih harus berbagi hunian untuk diisi oleh beberapa orang.
“Setiap pegawai ASN akan mendapatkan satu unit hunian apartemen, prinsipnya itu. Bahwa di tahap awal sebagian akan sharing, itu adalah bagian dari kebijakan tambahan,” kata Anas dalam konferensi pers di Kementerian Kominfo, Rabu (17/4/2024).
Anas menyebut Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 47 tower hunian yang dipersiapkan untuk ASN di IKN. Dari jumlah itu, ada 12 tower rumah susun yang selesai Juni 2024 mendatang dan sisanya baru akan selesai pada Desember 2024.
Tak hanya mendapatkan hunian, lanjut Anas, ASN yang pindah ke IKN juga akan mendapatkan tunjangan khusus, yakni tunjangan pionir. Namun, dirinya belum menjelaskan lebih detail karena rincian tunjangannya masih akan dibahas dan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Yang pasti, imbuh Anas, tunjangan ini diberikan kepada ASN yang pindah pertama kali ke IKN. “Tunjangannya seperti apa, ini dalam waktu dekat akan dibahas di Ratas,” imbuhnya.
IKN siapkan 200 ribu formasi ASN
Masih terkait ASN, Anas menyebut akan ada 200 ribu formasi pada (rekrutmen) ASN yang disiapkan untuk ke IKN. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan perintah Presiden Jokowi. Skenario ini didasari oleh pengalaman dari pemindahan ibu kota negara di Brazilia dan Canberra dan lainnya.
“Kenapa (di sana) agak lambat, karena tidak ada skenario komprehensif termasuk pengisian ASN. Atas dasar ini bapak Presiden menginstruksikan kami untuk menyiapkan rekrutmen baru talenta-talenta digital dan nanti akan dilakukan penerapan smart government,” tandasnya.
(Sum)








