Ebrahim Raisol-Sadati yang lebih dikenal sebagai Ebrahim Raisi adalah seorang politikus konservatif dan prinsipil Iran dan ahli hukum Muslim yang merupakan Presiden terpilih Iran, yang telah terpilih dalam pemilihan presiden Iran 2021.
Raisi menjabat dalam berbagai jabatan pada sistem yudisial Iran, seperti Ketua Hakim Iran, sejak 7 Maret 2019, Jaksa Agung (2014 sampai 2016), dan Wakil Ketua Hakim (2004 sampai 2014).
Dilansir dari Wikipedia, selang 6 bulan sejak pelantikan Ebrahim Raisi, situasi pasar modal masih memprihatinkan. Total indeks Bursa Efek Teheran turun lebih dari 30 ribu unit selama perdagangan hari ini dan mencapai level 1 juta 275 ribu unit.
Dalam situasi ini, ketika sebagian besar saham pasar berubah negatif, pemegang saham telah membuat trending tagar “First_Priority_Stock Exchange” di ruang virtual.
Tagar ini dibuat sebagai protes atas sikap pasif presiden dan tim ekonominya terhadap keadaan ibu kota dan mengacu pada janji Ebrahim Raisi sebelum pemilu bahwa pasar saham akan menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Ebrahim Raisi berserta menteri luar negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian, meninggal pada Minggu, 19 Mei 2024 akibat dari kecelakaan helikopter di daerah pegunungan Varzaghan Azerbaijan Timur.
Dikutip dari Republika, salah satu desas-desus yang beredar di jaring media sosial adalah pilot yang membawa helikopter Presiden Iran adalah agen Mossad bernama Eli Koptar. Tentu laporan ini belum dapat terkonfirmasi.
Sejumlah pejabat Israel secara tidak resmi membantah negaranya terlibat dalam insiden kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian.
“Sumber tidak resmi telah mengklarifikasi bahwa Israel tidak memiliki hubungan atau keterlibatan dalam kecelakaan helikopter yang dilaporkan terjadi karena kondisi cuaca buruk,’’ sebut laporan media Israel ynetnews.com.
(Sum)








