Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Ratusan UMKM Ramaikan Dugderan, Pemkot Semarang Targetkan Status Warisan Budaya

badge-check

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Foto:Dok.Jatengprov) Perbesar

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Foto:Dok.Jatengprov)

SEMARANGKawasan Alun-alun Masjid Agung Kauman dan Jalan Ki Narto Sabdo Kota Semarang mendadak berubah wajah. Area tersebut disulap menjadi pusat UMKM Pasar Dugderan 2026, untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.

Pasar Dugderan yang telah menjadi tradisi tahunan, akan berlangsung selama sepuluh hari hingga 16 Februari 2026. Selain kuliner, sejumlah pedagang mainan tradisional turut meramaikan, mulai dari kapal otok-otok, celengan gerabah, hingga aneka kerajinan tangan, yang menjadi memori kolektif lintas generasi warga.

Jasa Pembuatan website Media berita

“Ini adalah tradisi yang dilakukan sejak zaman Belanda masih menjajah Indonesia. Tahun ini kita buat lebih ramai, dengan tema, teknik, kita pakai baju-baju jadul. Mungkin tahun depan temanya apa lagi, yang menarik,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).

Menurut Agustina, terdapat ratusan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima binaan turut dilibatkan, untuk menjajakan berbagai produk. Area tersebut bak menjadi aktivitas ekonomi kerakyatan.

“Alun-alun kita pakai maksimal sebagai ruang publik. Dugderan harus menjadi panggung rakyat. Semua yang ingin jualan silahkan, yang penting tertib dan pelaku usaha kecil jadi prioritas utama,” imbuhnya.

Selain menjadi ajang hiburan dan penggerak ekonomi rakyat, pihaknya juga tengah memperjuangkan Festival Dugderan agar memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Indonesia, guna menjaga nilai sejarah dan identitas kota.

“Sekarang kita sedang berjuang, Pasar Dugderan ini menjadi bagian dari Warisan Budaya Indonesia. Doakan ya, kalau ini menjadi warisan budaya, siapa pun wali kotanya itu wajib mengadakan pasar Dugderan,” terangnya.

Agustina menegaskan, koordinasi lintas sektor antara Disdag, Dishub, Satpol PP, hingga aparat keamanan telah disiapkan, untuk mendukung rekayasa lalu lintas, serta menjaga kebersihan kawasan selama 10 hari penyelenggaraan festival.

“Mudah-mudahan tetap ramai hingga tanggal 16. Nanti akan kita akhiri dengan arak-arakan Dugderan dari Balai Kota Semarang ke Masjid Kauman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva menyampaikan, saat ini terdapat 245 pedagang yang berjualan di Pasar Dugderan. Pihaknya sengaja membatasi jumlah tersebut, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung.

“Pedagangnya kita batasi, tapi bisa sampai 500 pedagang. Semua jenis UMKM masuk, mulai kuliner, barang pecah belah, hingga aneka produk lainnya,” ungkap Aniceto.

Setiap tahun, lanjutnya, pihaknya berupaya meningkatkan daya tarik pengunjung, baik dari sisi wahana maupun variasi produk yang ditawarkan. Diperkirakan, perputaran ekonomi Pasar Dugderan 2026 bisa menyentuh angka Rp500 juta-Rp600 juta.

“Harapannya, tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga,” tandasnya. (hum)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pohon Tumbang di Gunung Ungkal Tutupi Jalan, Gabungan Aparat Bergerak Cepat Evakuasi

27 Juli 2026 - 14:18 WIB

Pohon Tumbang Menimpa Truk di Jalur Pantura Pati – Rembang,  Personel Polsek Batangan Bergerak Cepat Evakuasi

25 Juli 2026 - 23:13 WIB

Gerakan Langit Biru: DPC Demokrat Pati Gotong Royong Benahi Alun-Alun Kembangjoyo demi Bangkitkan Ekonomi Pedagang

25 Juli 2026 - 22:14 WIB

Klarifikasi Korban Bantah Hubungan Asmara dengan Pelaku Pembacokan di Tambakromo Pati

25 Juli 2026 - 12:44 WIB

Lapas Pati Jalin Kerja Sama Silang Layan Perpustakaan dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah

25 Juli 2026 - 07:15 WIB

Trending di Berita