Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Morgan Stanley Capital International dan Transparansi Ekonomi Indonesia

badge-check


					Ilustrasi (chatgpt) Perbesar

Ilustrasi (chatgpt)

Oleh: Anthony Budiawan – Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

30 Januari 2026

Jasa Pembuatan website Media berita

MSCI (Morgan Stanley Capital International) adalah perusahaan penyedia indeks saham global yang menjadi acuan (benchmark) bagi manajer investasi dan investor institusional di seluruh dunia.

MSCI membagi bursa saham menjadi tiga market. _Advanced Market, Emerging Market_, dan _Frontier Market_. Setiap market mempunyai kriteria masing-masing yang merepresentasikan karakteristik market.

Bursa Saham (Efek) Indonesia saat ini masuk Emerging Market. Awal minggu ini, MSCI mengeluarkan peringatan kepada otoritas bursa Indonesia, bahwa perusahaan indeks global tersebut sedang mempertimbangkan untuk menurunkan status Bursa Indonesia dari _Emerging Market_ menjadi _Frontier Market_, apabila tidak ada perbaikan dalam hal khususnya transparansi kepemilikan saham.

Salah satu kelompok kriteria Frontier Market adalah:

Diskresi Regulasi dan Ketidakpastian Kebijakan

MSCI memberi bobot sangat besar pada stabilitas aturan. Status _Frontier Market_ cenderung diberikan di negara-negara di mana:

– Aturan pasar diubah tanpa konsultasi dengan pelaku pasar,
– ⁠Batas kepemilikan asing direvisi secara tiba-tiba,
– ⁠Penghentian perdagangan (trading halt) diberlakukan karena alasan politik,
– ⁠Independensi peradilan lemah dalam penyelesaian sengketa investor.

Dari sudut pandang investor, ketidakpastian hukum lebih berisiko daripada pertumbuhan ekonomi yang rendah.

Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum di Indonesia untuk menjaga kepercayaan investor, seperti disampaikan Presiden di _World Economic Forum_ di Davos.

Janji Presiden Prabowo tersebut harus mendapat perhatian serius dari Kejaksaan dan Kehakiman, untuk menciptakan peradilan yang profesional dalam menyelesaikan sengketa investor, serta turut mencegah penurunan status bursa dari _Emerging Market_ menjadi _Frontier Market_.

Karena, pada akhirnya, kepercayaan investor akan tergantung dari status bursa yang ditetapkan oleh MSCI.

Terakhir, yang perlu menjadi perhatian pemerintah, peringatan MSCI ini hanya selang beberapa hari setelah Thomas Djiwandono ditunjuk menjadi deputi Gubernur Bank Indonesia. Thomas Djiwandono sendiri mengaku tidak mempunyai keahlian dalam bidang moneter.

Dengan kata lain, penunjukan Thomas Djiwandono dapat dianggap bersifat politis, yang bisa mempengaruhi Independensi Bank Indonesia.

Jangan sampai, peringatan MSCI merupakan fenomena puncak gunung es, di mana permasalahan Indonesia sebenarnya jauh lebih besar dari hanya sekedar transparansi, yang terefleksi dari pengunduran diri Dirut Bursa Efek Indonesia hari ini.

—- 000 —-

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PENYALURAN SUBSIDI SEMBAKO DALAM SEKEJAP LUDES DISERBU MASYARAKAT

1 Juli 2026 - 22:46 WIB

PENGANGKUTAN SOLAR SUBSIDI DALAM GALON MINERAL TUMPAH DI JALAN, DIANGGAP BAHAYAKAN PENGGUNA JALAN DAN MELANGGAR HUKUM

1 Juli 2026 - 10:30 WIB

CEK KESEHATAN GRATIS DAN SKRINING TBC DIGELAR SERENTAK DI SELURUH LAPAS DAN RUTAN INDONESIA

30 Juni 2026 - 21:36 WIB

Upaya Penyelundupan Diduga Obat Terlarang Berhasil Digagalkan Petugas Lapas Kelas IIB Pati

30 Juni 2026 - 19:53 WIB

Sidang Putusan Sela Perkara Dugaan Korupsi Eks Bupati Pati Berakhir Ricuh, Massa Pendukung Bersitegang dengan Petugas KPK

29 Juni 2026 - 18:57 WIB

Trending di Berita