Pati, 29 Juni 2026 – Sebuah peristiwa membahayakan keselamatan terjadi di wilayah Jalan Pati Kota, Senin (29/6/2026). Sebuah armada pengangkut diduga membawa ratusan galon bekas air mineral yang berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar subsidi, mengalami insiden saat melaju menuju arah Pati Utara. Karena kurangnya ketelitian dalam penataan muatan, galon-galon tersebut terjatuh dan isinya tumpah membasahi permukaan jalan. Akibat kejadian itu, kendaraan pengangkut akhirnya ditarik oleh petugas penderekan.
Selain menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas karena jalan menjadi licin, cara pengangkutan dan penyimpanan Solar subsidi di dalam galon plastik dinilai sangat berbahaya serta melanggar aturan hukum. Penggunaan wadah plastik berisiko memicu percikan api akibat listrik statis, yang bisa berujung pada kebakaran atau ledakan.
Salah satu tokoh masyarakat dan aktivis di Pati yang enggan disebutkan namanya mengecam keras tindakan oknum pemilik maupun sopir kendaraan tersebut. Ia menyatakan tidak akan tinggal diam dan berjanji membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Saya akan segera melaporkan peristiwa ini ke aparat penegak hukum, mulai dari tingkat Polresta Pati hingga ke Mabes Polri. Namun sebelumnya kami akan melakukan pengecekan dan investigasi terlebih dahulu kepada pihak Polresta Pati agar data yang diperoleh lebih akurat sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Hal senada juga disampaik agus, yang mengecam keras dan mengingatkan agar oknum terkait lebih berhati-hati, mengingat perbuatan tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi mengancam keselamatan seluruh pengguna jalan.
Tindakan pengangkutan dan penyalahgunaan Solar subsidi ini tergolong pelanggaran berat. Berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pelaku dapat diancam dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda mencapai Rp60 miliar.
Selain itu, Pertamina dan pihak pengelola SPBU secara tegas melarang pengisian BBM subsidi menggunakan jeriken atau galon plastik apa pun. Petugas berhak menolak permintaan pengisian atau menyita barang jika ditemukan pelanggaran.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kondisi galon-galon yang berserakan dan Solar yang tumpah luas di badan jalan, hingga kendaraan pengangkut akhirnya diderek untuk ditindaklanjuti pemeriksaan lebih lanjut.
( Tim investigasi )









