Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan atensi khusus terkait kasus uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar. Dirinya menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi oknum pegawai yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Saya tegaskan kepada Rektor jangan tedeng aling-aling. Pokoknya siapa pun yang terlibat di (kasus) uang palsu itu, yang mencoreng nama baik institusi terhormat kita itu, ya selesaikan secara hukum. Kasih hukuman seberat-beratnya,” kata Menag Nasaruddin Umar di Jakarta lalu, dikutip Sabtu (28/12/2024).
Menurut Nasaruddin, keterlibatan oknum tersebut telah mencoreng institusi UIN Alaudin Makassar, Kemenag, dan merugikan bangsa Indonesia.
“Bagi saya itu mencemarkan nama almamater termasuk almamater saya sebetulnya ya. Jadi saya minta tindak tegas,” imbuh Menag.
Menag bersyukur karena Rektor kampus telah melakukan tindakan yang tegas dan tepat.
“Alhamdulillah Rektor kita ini sangat proaktif juga ya. Melakukan tindakan yang sangat tegas, yang tepat, langsung dikeluarkan, dipecat dengan tidak hormat,” terang Menag.
Menag Nasaruddin juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk turut serta membersihkan tindakan pemalsuan uang tersebut hingga ke akar-akarnya.
“Kita bersihkan seluruh akar-akarnya. Saya minta berkolaborasi dengan polisi, pihak-pihak berwajib untuk membersihkan seluruh akar-akarnya. Bukan hanya di kampus, tapi juga di Sulawesi Selatan dan seluruh Indonesia,” pungkasnya.
(hum/sum)








