Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Gubernur Ahmad Luthfi Diganjar Penghargaan Pembina Terbaik Kinerja Pengelolaan Sampah 2026

badge-check

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah 2026 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, untuk kategori Pembina Terbaik Kabupaten/Kota. (Foto:Dok.Jatengprov)
Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah 2026 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, untuk kategori Pembina Terbaik Kabupaten/Kota. (Foto:Dok.Jatengprov)

JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meraih penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah 2026 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, untuk kategori Pembina Terbaik Kabupaten/Kota.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026, di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Jasa Pembuatan website Media berita

Penghargaan itu juga diberikan karena Provinsi Jawa Tengah telah mencanangkan program Gerakan Jawa Tengah Aman, Sehat, Resik & Indah (ASRI).

Ahmad Luthfi menyatakan, pihaknya secara konsisten meminta data pengelolaan sampah dari pemerintah kabupaten/ kota, untuk dijadikan acuan pengambilan kebijakan.

“Persoalan sampah di Jawa Tengah sudah masuk kategori darurat, sehingga membutuhkan langkah konkret. Sampah di Jawa Tengah hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” beber Luthfi.

Maka, dia telah mengambil langkah nyata dengan mencanangkan Gerakan Jateng ASRI. Di samping itu, pihaknya juga menyiapkan beberapa titik tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST), baik bersifat regional maupun aglomerasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto menjelaskan, terkait pengelolaan sampah di wilayah Jawa Tengah, pemprov telah melakukan sejumlah langkah. Mulai dari penerbitan surat edaran mengenai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

“Dari hulu mulai dari rumah tangga harus sudah dikelola. Sudah dipilah untuk yang sampah organik, dan yang anorganik,” kata dia, saat mendampingi Ahmad Luthfi menghadiri rakornas.

Langkah lainnya adalah transformasi pengelolaan sampah dengan teknologi, salah satunya menutup tempat sampah open dumping.

“Sampah bisa jadi energi listrik, bisa jadi bahan bakar industri. Akselerasi yang dilakukan adalah penutupan open dumping, pembentukan satgas pengelola sampah mulai provinsi, kabupaten/ kota, sampai desa,” jelasnya.

Terkait transformasi ke TPST, yang sudah berjalan ada dua, yaitu di Banyumas, Cilacap, dan Kabupaten Magelang, yang menggunakan sistem RDF. Lalu ada juga Kudus dan Grobogan yang memulai TPST dengan skala kecil.

“Tahun ini kami usulkan 14 titik TPST di Jawa Tengah. Lainnya akan segera menyusul karena saat ini masih tahap MoU. Kalau sudah pasti, nanti akan kami usulkan ke pusat,” tandasnya. (hum)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lapas Kelas IIB Pati Panen Ikan Lele Hasil Budidaya Warga Binaan di Lahan SAE

22 Juli 2026 - 21:26 WIB

Diduga Tanpa Pengawas dan Mandor di Lapangan, Proyek Irigasi Senilai Rp100 Juta Menjadi Sorotan

22 Juli 2026 - 07:04 WIB

Pemerintah Desa Sentul Gelar Musdus, Tahap Awal Susun Rencana Pembangunan 2027

22 Juli 2026 - 06:28 WIB

Pemerintah Desa Sentul Kecamatan Cluwak Gelar Musyawarah Desa, Susun Rencana Kerja Pembangunan Tahun 2027

20 Juli 2026 - 22:03 WIB

Kasus Dugaan Rudapaksa Lansia 90 Tahun Sorot Kegagalan Perlindungan Kelompok Rentan, Mendesak Penguatan UU TPKS dan PP 30/2025

20 Juli 2026 - 21:28 WIB

Trending di Berita