Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Hukum

H. Utomo Korban Kriminalisasi Sudah Kasih Keuntungan 11 Milyar Lebih Malah Dipenjara

badge-check


					H. Utomo Korban Kriminalisasi Sudah Kasih Keuntungan 11 Milyar Lebih Malah Dipenjara Perbesar

Pati | patrolinusantara.press – Warga korban lilitan hutang oknum rentenir (J) demo tuntut keadilan di (PN) pengadilan negeri Pati. Beberapa korban sudah berjatuhan dan kini masih mendekam di penjara Lapas Pati, gegara lilitan hutang yang semakin membengkak. Ratusan warga laksanakan aksi demo damai di depan pengadilan negeri kabupaten Pati, Jumat (31/03/23).

Jasa Pembuatan website Media berita

Saat ini dilakukan sidang tanggapan duplik dari penasehat hukum terdakwa di ruang sidang Tirta, hasilnya duplik penuntut masih belum dikabulkan dan masih akan dilaksanakan pada sidang yang akan datang. Dan hasil duplik dari penasehat hukum terdakwa menuntut untuk H. utomo dibebaskan karena tidak terbukti bersalah.

Terdakwa Utomo bin Muhammad Lanjimin harus rela mendekam dipenjara selama lebih dari 5 bulan akibat dilaporkan dugaan pidana penipuan atau penggelapan oleh seorang diduga kuat adalah renternir. Uang milik saksi korban yang diterima terdakwa hanya sebesar 1,1 Milyar lebih. Sedangkan korban sudah memberikan keuntungan 11 Milyar lebih.

“Berdasarkan fakta fakta persidangan yang ada, terdakwa sudah memberikan uang 11 milyar lebih kepada saksi korban tapi masih dipenjarakan,” ujar Amat salah satu pihak keluarga.

Dikatakannya, terdakwa sudah bayar kepada saksi korban,  baik melalui transfer, cash, pencairan cek dan memperbaiki kapal saksi korban dan korban sudah mengakui menerima keuntungan dari terdakwa.

Pihak keluarga menuntut hakim pengadilan negeri Pati untuk membebaskan terdakwa, karena terdakwa tidak terbukti melakukan tindak penipuan.

“Bagaimana bisa kena penipuan, uang milik korban yang diterima terdakwa hanya 1,1 milyar lebih. Sedangkan terdakwa sudah memberikan dan mengembalikan uang lebih dari 1 1 milyar,” lanjut Amat dalam aksi di pengadilan negeri Pati pada saat agenda sidak duplik.

Menurut pihak keluarga terdakwa, kalau masih ada hitung hitungan bisnis yang belum selesai, harus ditempuh jalur perdata bukan jalur pidana.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPC KSPI Kudus Gelar Halal Bihalal Pererat Kebersaman Dan Kekeluargaan

19 April 2026 - 09:51 WIB

DPRD Pati Murka! Dugaan Pungli Rp300 Ribu di SMPN 1 Tayu Diminta Diusut Ombudsman

18 April 2026 - 00:49 WIB

Dua Pelaku Residivis Kasus Sabu Diamankan Polresta Pati di Wedarijaksa

16 April 2026 - 16:07 WIB

Beberapa Korban Muncul dalam Kasus Dugaan Penipuan di Jombang, Polisi Diminta Bertindak

12 April 2026 - 12:46 WIB

Anggota DPRD Pati Mukit Mengapresiasi Kepada Polresta Pati Yang Telah Menangkap Pelaku Penusukan di Areal Lapangan Kedalisodo Desa Bendar Juwana

11 April 2026 - 14:33 WIB

Trending di Berita