Pasuruan – Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan kunjungan kerja atau Safari Ramadan ke sejumlah pesantren di Jawa Timur. Menag mengawali kunjungan ke Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Menag menyerahkan secara simbolis bantuan operasional sebesar Rp100 juta melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung penguatan program pendidikan di pesantren yang telah berdiri sejak 1779. Anggaran ini dialokasikan untuk pengembangan Madrasah I’dad, Madrasah Wustho, Madrasah Aliyah, Ma’had Aly, Tahfidzul Qur’an, serta berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan kepada para santri untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara asupan lahiriah dan rohani dalam menuntut ilmu. “Di dalam kitab dijelaskan, ada makanan lahiriah dan ada juga makanan rohani. Membaca kitab dan mendengarkan nasihat adalah makanan yang mengenyangkan batin serta jiwa. Keseimbangan inilah yang menjadi kekuatan santri,” ujar Menag di Pasuruan, Jumat (6/3/2026).
Menag menegaskan bahwa pesantren memiliki kekhasan yang tidak dimiliki lembaga pendidikan formal lainnya, terutama dalam hal keberkahan ilmu. Ia berharap para santri dapat meneladani kegigihan para kiai dan masyayikh yang telah merawat Pondok Pesantren Salafiyah selama berabad-abad hingga tetap eksis menjadi mercusuar ilmu hingga saat ini.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Pengasuh Ponpes Salafiyah KH Idris Hamid
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah, KH Idris Hamid, menyampaikan apresiasi atas perhatian berkelanjutan dari Kementerian Agama. Menurutnya, Ponpes Salafiyah terus berkomitmen menyelaraskan kurikulum tradisional dengan kebijakan modern pemerintah.
“Pondok ini terus berkembang dan selalu relevan dengan kebijakan Kementerian Agama, seperti pengembangan Ma’had Aly serta program pengiriman santri untuk melanjutkan studi ke luar negeri,” tutur KH Idris Hamid.
Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan saat ini mengelola berbagai satuan pendidikan resmi, di antaranya Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), dan Ma’had Aly.
Turut mendampingi Menag dalam kunjungan ini, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said, Staf Khusus Menag Bidang Media Ismail Cawidu, Tenaga Ahli Menag Andi Salman Maggalatung, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Thobib Al-Asyhar, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kakankemenag Kota Pasuruan Rasyidi. (hum)








