PATI – Pembangunan talud di Desa Luwang, Kecamatan Tayu, menuai sorotan tajam dari warga setempat. Keluhan muncul karena sebagian struktur bangunan tersebut diketahui menggunakan material batu bekas, diduga tidak sesuai standar yang dianggarkan.
Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan keluhan bahwa pelaksanaan pembangunan di desanya dinilai tidak tertib. “Semua pembangunan di desa kami memang terkesan amburadul. Contohnya talud ini, yang dibiayai dana desa, banyak menggunakan batu bekas. Belum lagi pembangunan gapuro desa yang menggunakan dana aspirasi periode 2024–2025, hingga saat ini belum juga selesai dan banyak bagian bangunan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi,” ujarnya.
Pembangunan talud tersebut berlokasi di lingkungan RT 01 RW 02 Desa Luwang. Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini menggunakan anggaran dana desa sebesar Rp76.914.600, dengan rincian volume: panjang 31 meter, lebar 0,30 meter, dan tinggi 2,30 meter.
Setelah menerima laporan warga, awak media meninjau langsung ke lokasi. Hasil pengamatan membuktikan bahwa sebagian besar susunan dinding talud memang menggunakan batu bekas yang sudah pernah dipakai, bukan batu baru seperti yang seharusnya menjadi standar pembangunan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Luwang membenarkan sebagian material yang digunakan adalah batu bekas. “Memang benar sebagian menggunakan batu bekas. Alasannya agar tidak terbuang percuma atau mubazir jika tidak dimanfaatkan,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon. Terkait pembangunan gapuro yang belum rampung, ia menyatakan bahwa proyek tersebut bersumber dari dana aspirasi dan memastikan pekerjaannya akan diselesaikan.
Penjelasan tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru dari warga. Mereka mempertanyakan penggunaan anggaran: “Ke mana aliran dana yang sudah disalurkan pemerintah selama ini? Mengapa gapuro yang direncanakan tahun 2024–2025 belum selesai juga? Dan untuk talud, jika anggarannya sudah disiapkan untuk membeli material baru, kenapa justru memakai batu bekas?” tanya warga tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih rinci dari kepala desa mengenai kesesuaian spesifikasi teknis dan pertanggungjawaban keuangan kedua proyek tersebut……( Bersambung )
( Tim investigasi )









