Karanganyar | patrolinusantara.press – Warga Desa Berjo Ngargoyoso Karanganyar menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Karanganyar, Kamis (6/4/2023).
Warga melakukan demo dengan membawa spanduk dan keranda jenazah mendesak Bupati Karanganyar Juliyatmono mengambil tindakan tegas terkait ruwetnya pengelolaan BUMDes Berjo.

Warga Desa Berjo Karanganyar demo ini mempertanyakan hasil pengelolaan BUMDes Berjo yang mencapai miliaran rupiah dalam satu bulan, namun pengelolaan keuangan tersebut tidak jelas.
Warga Desa Berjo Karanganyar demo didampingi oleh tim kuasa hukumnya, Kusumo Putro, ditemui oleh Inspektorat Pemkab Karanganyar, Zulfikar Hadid.
Dialog yang berlangsung di ruang Podang I tersebut, perwakilan warga serta tim kuasa hukum mendesak Pemkab Karanganyar segera menuntaskan kasus pengelolaan BUMDes Berjo.
Usai melakukan pertemuan, kuasa hukum warga Desa Berjo, Kusumo Putro menyampaikan, ada tiga tuntutan warga yang disampaikan kepada Pemkab Karanganyar.
Menurut Kusumo, tiga tuntutan tersebut masing-masing, segera dilakukan audit terhadap LPJ pengurus BUMDes, segera dilakukan pengesahan dan pelantikan pengurus baru hasil rapat yang dilakukan pada tanggal 24 Februari tahun 2023 lalu.
“Hanya itu tuntutan warga. Tapi dalam pertemuan dengan yang hanya dihadiri oleh Inpsektorat, kami tidak puas. Karena belum ada sikap jelas dari Pemkab Karanganyar,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, kata Kusumo juga disampaikan bahwa Pemkab akan melakukan audit terhadap LPJ yang disampaikan oleh pengurus BUMDes.
“Tadi disampaikan akan dilakukan audit, ya kita tunggu. Ini adalah permintaan warga. Kami minta agar persoalan ini harus selesai sebelum Lebaran. Harus ada keberanian dan ketegasan dari Pemkab untuk menyelesaikan persoalan ini,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan koordinator aksi demonstrasi warga, Agil Sukiman. Jika tuntutan warga tidak dipenuhi maka warga akan melakukan demo aksi yang lebih besar lagi.
“Kami menunggu sikap tegas Pemkab. Jika tidak ada sikap yang jelas, kami akan melakukan demo aksi yang lebih besar lagi,” tuturnya.








