Pati | patrolinusantara.press – Melihat dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di beberapa Kecamatan di Pati, mayoritas dalam usulan skala prioritas yang dimunculkan adalah perbaikan kerusakan jalan, maka berdasarkan hal tersebut, dapat dipastikan bahwa kondisi infrastruktur di Kabupaten Pati, Jawa Tengah utamanya jalan mendapat sorotan paling besar di masyarakat. Pasalnya, kerusakan jalan di Kabupaten terlihat masif dan hampir merata di tiap kecamatan.
Hal itu dinilai akan menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar bagi Pemkab maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati.
“Kerusakan jalan di Pati diperkirakan ada sekitar 300 km, dan itu dipicu karena curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan aspal jalan rusak,” beber Wakil Ketua Komisi C Irianto Budi Utomo kepada awak media, Rabu (22/2/2023).
Diterangkannya, untuk memperbaiki kerusakan jalan sepanjang itu, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 200 milyar, hanya saja dimungkinkan, Pemkab belum mampu mengcover untuk menganggarkan perbaikan infrastruktur itu.
“Memang kami sering mendapat aduan dari masyarakat soal jalan rusak, namun untuk melakukan perbaikan jalan di musim penghujan seperti saat ini akan sia-sia, karena aspal jalan sangat rentan rusak jika terkena air,” papar Irianto.
Namun demikian, anggota DPRD Pati itu berharap ada bantuan dana aspirasi yang berasal dari rekan-rekan sesama wakil rakyat untuk mau memperbaiki jalan rusak, sebab itu sudah menjadi kewajiban bagi tiap anggota dewan untuk mendengarkan dan menyuarakan suara rakyat.
“Dari aspirasi dewan juga kami harapkan bisa mengcover, setidaknya bisa mengurangi beban masyarakat soal keluhan jalan rusak,” harapnya.













