SEMARANG, 15 Juni 2026 – Ratusan hingga ribuan warga yang tergabung dalam gerakan Aksi Pati Bangkit (APB) menggelar unjuk rasa di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin pagi. Aksi ini berlangsung tepat jelang sidang perdana kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo.
Berdasarkan pantauan awak media sejak pukul 08.30 WIB, massa berkumpul, membaca selawat, dan membawa berbagai spanduk serta poster. Tulisan yang tertera antara lain: “Suara Rakyat Pati Bebaskan Bp Sudewo” dan “Bupati Kami Tidak Bersalah, Tolong Kembalikan Bapak Pembangunan Kami”. Sekitar pukul 09.05 WIB, rombongan kendaraan tahanan tiba; kedatangan tersebut disambut sorakan dan seruan nama Sudewo serta rekan tersangka lainnya.
Ketua APB, Sutirto, menyatakan sekitar 1.500 warga yang berasal dari seluruh penjuru wilayah Pati berangkat menggunakan bus menuju Semarang. Dalam pernyataannya di lokasi, ia menyebut aksi ini lahir dari kesadaran masyarakat akan kebutuhan kepemimpinan Sudewo. Massa mengajukan tiga tuntutan utama: membebaskan Sudewo dari jeratan Komisi Pemberantasan Korupsi, membersihkan namanya dari dugaan jual‑beli jabatan, serta mengembalikannya memimpin kembali Kabupaten Pati. Sutirto mengancam akan terus menggelar aksi jika tuntutan tidak dipenuhi.
Sudewo hadir mengenakan kemeja batik berwarna cokelat dan langsung menjadi pusat perhatian begitu masuk ruang sidang; beberapa pendukung bahkan sempat meminta berfoto bersamanya.
Sidang hari ini mengagendakan pemeriksaan perkara dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa dan dugaan penerimaan suap dari proyek jalur kereta api Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
( Red )









