Tapteng | patrolinusantara.press – Sekolah adalah tempat untuk menimba ilmu dan menempa seseorang agar menjadi generasi penerus yang membanggakan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk menciptakan pendidikan yang bermutu, itu semua tidak lepas dari tenaga pendidik. Namun sangat disayangkan seribu kali sayang disalah satu sekolah SMK negeri 1 Sorkam kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli tengah, awak media yang hendak berkunjung ke sekolah tersebut dikejutkan dengan salah seorang tenaga pendidik yang berbohong saat ditanyai ingin berjumpa dengan kepala sekolah. Guru tersebut mengatakan bahwa kepala sekolah tidak masuk dan ada urusan ke kabupaten.
“Kepala Sekolah tidak masuk dan ada urusan di Kabupaten,” ucap guru tersebut.
Padahal awak media melihat kepala sekolah SMK negeri 1 Sorkam tersebut berada di ruangannya.
Dari sikap dan ucapan guru tersebut tidak mencerminkan sebagai tenaga pendidik yang baik dan sekolah yang berstatus setingkat SLTA, seperti SMA, SMK,itu tidak lagi dikelola oleh pihak dinas kabupaten maupun kota madya, melainkan kewenangan dari provinsi.
Pihak awak media yang menjunjung kebenaran meminta kepada kepala dinas pendidikan provinsi Sumatera Utara agar memberikan teguran khusus kepada guru pendidik yang suka berbohong terhadap tamu yang berkunjung ke sekolah.
“Kami juga tidak tahu apakah kepala sekolah menyuruh gurunya berbohong agar tidak bisa dijumpai. Bagaimana karakter siswa bisa terbentuk dengan baik jika gurunya saja suka berbohong,” kata WH awak media patroli nusantara biro Sumut.
(Wasinton Hutagalung)








