Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Puluhan Demonstran di Seruyan diamankan, 1 Tewas

badge-check

20 orang demonstran ditangkap polisi dalam peristiwa unjuk rasa berujung ricuh di kawasan PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP), Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah Perbesar

20 orang demonstran ditangkap polisi dalam peristiwa unjuk rasa berujung ricuh di kawasan PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP), Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah

Seruyan | patrolinusantara.press – 20 orang demonstran ditangkap polisi dalam peristiwa unjuk rasa berujung ricuh di kawasan PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP), Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/10/2023).

Penangkapan 20 orang demonstran ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Erlan Munaji. Sedangkan satu orang diantaranya meninggal dunia ditembak.

Jasa Pembuatan website Media berita

Kericuhan di Seruyan ini berawal saat warga melakukan demonstrasi di area perkebunan itu. Aparat kepolisian mencoba menghentikan mereka dengan imbauan-imbauan. Namun tak diindahkan.

“Kemudian karena ini sudah membahayakan anggota, kita mencoba untuk melakukan penembakan gas air mata,” ujar Erlan.

Para demonstran, disebut Erlan, membawa berbagai jenis senjata. Mulai dari senjata api hingga bom molotov.

“Mereka juga membawa sajam, ada yang bom molotov, ada dodos, egrek, cocor, bawa senpi. Dari kelompok oknum masyarakat tersebut ada yang kita amankan sekitar 20 orang,” ujarnya.

Erlan juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan, 5 dari 20 demonstran ditangkap polisi itu positif narkoba.

“Dari 20 orang tersebut baru kita cek ada 5 orang yang positif narkoba,” kata Erlan.

20 demonstran yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara situasi kondisi di lokasi sudah berangsur kondusif.

YLBHI: Satu Orang Tewas

Juga dilaporkan, satu orang tewas tertembak dalam kericuhan antara polisi dengan warga yang berunjuk rasa.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, mengatakan kericuhan terjadi saat warga menuntut haknya dari perusahaan tersebut.

“Aparat kepolisian Polres Seruyan dan Polda Kalteng menembaki warga Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah yang sedang melakukan aksi menuntut haknya di PT. HMBP 1 (Best Agro International Group),” ujar Isnur.

Isnur mengatakan, warga Seruyan berunjuk rasa dengan memblokade akses masuk PT HMBP. Mereka menuntut plasma sawit dan area lahan di luar hak guna usaha (HGU) perusahaan itu. Aksi blokade jalan itu sudah dilakukan sejak 16 September lalu.

“Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi areal perusahaan tanpa dasar dan pemicu yang jelas, melakukan tindakan represif kepada warga yang berada di lokasi dengan menembakkan gas air mata dan menembak menggunakan peluru tajam,” ujarnya.

“Informasi yang didapatkan dari lapangan terdapat 3 orang warga yang terkena tembakan, 2 orang mengalami luka berat dan 1 orang meninggal dunia di lokasi,” ujar Isnur.

 

(tm/sum)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Tanpa Pengawas dan Mandor di Lapangan, Proyek Irigasi Senilai Rp100 Juta Menjadi Sorotan

22 Juli 2026 - 07:04 WIB

Pemerintah Desa Sentul Gelar Musdus, Tahap Awal Susun Rencana Pembangunan 2027

22 Juli 2026 - 06:28 WIB

Pemerintah Desa Sentul Kecamatan Cluwak Gelar Musyawarah Desa, Susun Rencana Kerja Pembangunan Tahun 2027

20 Juli 2026 - 22:03 WIB

Kasus Dugaan Rudapaksa Lansia 90 Tahun Sorot Kegagalan Perlindungan Kelompok Rentan, Mendesak Penguatan UU TPKS dan PP 30/2025

20 Juli 2026 - 21:28 WIB

Polres Sampang Tangkap 4 Tersangka Baru Pemerkosaan Remaja 15 Tahun, Total 17 Orang Diamankan

20 Juli 2026 - 20:45 WIB

Trending di Berita