Pati | patrolinusantara.press – Seusai memimpin rombongan Syahbandar Pelabuhan Juwana memantau lokasi bersandarnya kapal-kapal nelayan di kawasan Sungai Silugonggo, yang juga merupakan kawasan Pelabuhan Juwana, Senin (27/2/2023), Ka Syahbandar atau Ka UPP Kelas III Juwana, Juwita Sandi Sari menyempatkan diri untuk mengedukasi publik terkait fungsi strategis pelabuhan.

Kapal yang sedang parkir di Sungai Silugonggo, Juwana
Dirinya berharap, masyarakat umum ataupun nelayan mampu memahami betapa pentingnya fungsi pelabuhan yang selama ini padat aktivitas ekonomi namun jarang dikenali sepenuhnya terkait fungsi dan perannya yang cukup vital.
“Kami berharap publik ataupun nelayan, sedikit banyak tahu fungsi dan vital dari pelabuhan. Bertahun-tahun selalu melihat aktivitas ekonomi di pelabuhan, namun sayangnya banyak yang kurang memahami fungsi sesungguhnya pelabuhan,” papar Juwita kepada awak media.
Secara konseptual, pelabuhan memiliki tiga fungsi strategis. Pertama, sebagai link atau mata rantai. Maksudnya, pelabuhan merupakan salah satu mata rantai proses transportasi dari tempat asal barang/orang ke tempat tujuan. Kedua, sebagai interface (titik temu), yaitu pelabuhan sebagai tempat pertemuan dua moda transportasi, misalnya transportasi laut dan transportasi darat. Ketiga, sebagai gateway (pintu gerbang), yaitu pelabuhan sebagai pintu gerbang suatu daerah/ negara. Dalam kaitan dengan fungsinya sebagai gateway, tidak terlalu mengherankan jika setiap kapal yang berkunjung ke suatu daerah/negara maka kapal itu wajib mematuhi peraturan dan prosedur yang berlaku di daerah/negara tempat pelabuhan tersebut berada.
Demikian diungkapkan Juwita Sandi Sari meneruskan penerangan dan edukasinya terkait fungsi strategis pelabuhan yang disampaikannya melalui awak media.













